SANTRI KIRI

Santri yang diindetik dengan memakai sarung, baju koko dan peci dekil. Santri tidak saja belajar kitab kuning tetapi juga kitab putih. Walau santri berpenampilan kampungan tetapi juga belajar idelogi dunia dan filsafat. Walau tiap hari hanya makan nasi dengan lauk garam kadang puasa karena tidak punya makanan. Mandinya di sungai dengan sabun cuci karena sabun mandi tidak kebeli. Santri ini adalah santri kampung yang tidak mengenal gaya kota. Tapi otaknya tidak kampungan. Kawan santri semua, group ini tempatnya fardhu ‘ain untuk beda pendapat dan sepakat untuk tidak sepakat. TAPI SANTRI KIRI TIDAK ATEIS.

DISKUSI DAULAH ISLAM RASULULLAH

DISKUSI DAULAH ISLAM RASULULLAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm – SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Agung Primamorista.

Terimakasih, saya ucapkan kepada saudara-saudara yang telah menyampaikan sarannya, yang menyangkut masalah wadah tempat diskusi Daulah Islam Rasulullah, diantaranya saudara Agung Primamorista, Dwi Santoso, Raden Oktova, Rafdian dan tentu saja tidak ketinggalan saudara Rushdan yang telah saya kenal sejak lama, sejak pertama kali saudara Rusdhan menyampaikan tanggapannya terhadap tulisan saya yang dimuat di HP BJ Habibie, lebih satu tahun yang lalu, dan saya salut atas pikiran-pikirannya mengenai Khilafah Islam, politik Islam, pemerintahan Islam dan ketegasan sikap dalam usaha menegakkan aqidah Islam.

Baiklah, dalam usaha memasyarakatkan Khilafah Islam, pemerintahan Islam, hukum-hukum Islam, aqidah Islam dan undang undang Madinah ini tujuannya adalah untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah swt. Tidak ada lain.

Adapun dasar pemikiran saya yang dipakai adalah sama sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, riwayat hidup dan sepak terjang Rasulullah saw dalam membina aqidah Islam kepada ummatnya sewaktu di Mekah, dan pembinaan masyarakat muslim di Yatsrib setelah hijrah dan mempertahankan aqidah Islam, rakyat Daulah Islam Rasulullah dan Daulah Islam Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh yang telah mendeklarasikan perang terhadap Islam dan kaum muslimin serta seluruh rakyat Daulah Islam Rasulullah.

Nah, karena adanya dasar berpijak yang sama, maka tentu saja apabila membaca buku karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, Sistem Pemerintahan Islam, timbullah kesamaan persepsi dan langkah dalam membangun Daulah Islam Rasulullah dengan apa yang telah saya pikirkan dan tuliskan.

Begitu juga dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Abul A’la Al-Maududy, mengenai Sistem Politik Islam, Khilafah dan Kerajaan, maka akan ada kesamaan dengan apa yang telah saya tuliskan dalam tulisan-tulisan saya tersebut.

Walaupun, kalau saya dibandingkan dengan mereka, sebenarnya tidak ada artinya, namun, dilihat dari isi yang mengandung visi dan misi, maka sebenarnya apa yang telah lahir dari pikiran saya ternyata tidak jauh berbeda.

Karena yang menjadi dasar pegangan saya hanyalah Kitabullah dan Sunnah Rasul. Dari sumber aqidah Islam itulah lahir pikiran-pikiran saya, yang tentu saja ditunjang dari sejarah agung Rasulullah saw yang telah memasuki pikiran dan kepala serta hati saya, dimana setelah melalui proses pengolahan pikiran dan penyaringan keyakinan dalam hati, maka lahirlah apa yang telah saya tuliskan dalam tulisan-tulisan tersebut.

Dalam rangka memasyarakatkan Khilafah Islam, pemerintahan Islam, hukum-hukum Islam, aqidah Islam dan undang undang Madinah ini haruslah terbuka dan sampai kepada setiap kaum muslimin dimanapun berada. Karena itu, setahap demi setahap, tanpa dibatasi oleh ruang lingkup kelompok diskusi yang sempit, usaha memasyarakatkan ini, Insya Allah akan mencapai kepada suatu titik yang hanya Allah swt yang mengetahui-Nya.

Jadi, silahkan saja untuk membangun suatu jamaah diskusi untuk membicarakan masalah Daulah Islam, hanyalah dengan tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah.

Saya sekali-sekali selalu menjenguk beberapa millis yang namanya ada hubungannya dengan daulah Islam, diantaranya, darul_Islam-nii@egroups.com , daulah-Islam@egroups.com , juga ada yang namanya forum-islam@egroups.com , muslim@egroups.com , Khilafah Islam, ditambah millis yang sedikit umum, seperti sabili@egroups.com , ijtihad@egroups.com , ihtikam@egroups.com , muslim@egroups.com , is-lam@isnet.org , yang hampir kesemuanya bermuara di http://www.egroups.com/list/

Nah, apa yang telah dilakukan dan dibicarakan dalam diskusi-diskusi tersebut, sepintas saya melihat masih belum ada suatu arah yang jelas, mau kemana dan apa itu Daulah Islam, misalnya, seperti dalam millis, darul_islam-nii@egroups.com yang diasuh oleh saudara Jeffrey Ahmad yang menurut berita berdomisili di Amerika masih belum menunjukkan indentitas apa itu NII dan menampilkan profilnya. Juga sekarang saya melihat adanya HP NII yang bermarkas di http://members.tripod.com/darul_islam/ isi beritanya masih belum berubah-rubah.

Jadi, sebenarnya, millis yang sudah dan sedang membicarakan daulah Islam memang sudah ada, seperti yang saya sebutkan diatas, hanya tinggal mengadakan koordinasi dan mendalami serta yang penting adalah keyakinan aqidah dalam rangka tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah swt.

Nah sekarang, kembali kepada diskusi Khilafah Islam yang sudah berjalan di ahmad.dataphone.se, walaupun seperti yang dikatakan oleh saudara Raden Oktova: “akh Sudirman membuat diskusi yang cenderung monolog dan bukan diskusi langsung seperti di milis, barangkali dengan maksud, agar langsung sampai pada khalayak luas pembaca (bukan hanya anggota milis tertentu), (dan) barangkali juga untuk memberi bobot kesungguhan materi tsb. Adapun format seperti artikel, barangkali dimaksudkan oleh akh Sudirman, agar langsung dapat dipublikasikan di homepage pribadinya sudah dalam bentuk artikel. Ini cuma rabaan saya saja, betul begitu akh Sudirman?” ( Raden Oktova, 25 Oktober 1999)

Memang apa yang dikatakan saudara Raden Oktova tersebut ada benarnya.

Hanya tentu saja untuk perbaikan dan peningkatan serta mutu dari materi, Insya Allah, seperti yang disarankan oleh saudara Rafdian, akan menjadi bahan pertimbangan. Dimana pemikiran saudara Rafdian sbb:

1. Mungkinkah dalam waktu luang yang akhi miliki untuk mempelajari di negara2 lain, bagaimana pergerakan untuk membangun Daulah Islam tersebut, katakanlah di Arab, Irak, Iran, dst, itu, apakah ada ulama2 pergerakan disana dalam membangun Daulah Islam tsb, apa buah pikirannya (mana yang cocok dengan gagasan akh Ahmad, dan mana yang tidak), apa kendala2 yang mereka hadapi, dst. Ini agak perlu agar kita mendapatkan gambaran yang lebih komplit mengenai upaya/ide/gagasan2 yang lengkap tentang Daulah Islam itu sendiri. Dengan demikian kita bisa membuat peta dan ukuran2 sudah berada dimanakah umat Islam ini sekarang. Karena pada dasarnya diskursus mengenai Daulah Islam ini tentu sudah dimulai dari beberapa tahun/abad yang lalu.

2. Diskursus mengenai Daulah Islam ini sendiri tampaknya di Indonesia sudah mulai ramai sejak tahun 60-an dan 70-an, dan kembali ramai sejak Era Multi Partai, diberlakukan dimasa Habibie tahun 1999 ini. Hal ini ditandai dengan munculnya Partai2 jelas-jelas mencantumkan berbasis Islam, sehingga diskursus Daulah Islam mengemuka lagi, sampai sekarang. Usul saya pada point kedua ini, adalah sebaiknya kita juga mulai mendokumentasi, serpihan2 gagasan/ide/pedapat tersebut seperti yang sudah akhi lakukan, (tapi sayangnya yang akhi dokumenteer adalah tulisan2 akhi sendiri, ada baiknya disediakan juga space di HD buat tulisan2/ide/gagasan dari pihak2 lain dalam dan luar negri), jadi kita meliliki “database” tentang wacana ini dari berbagai pihak baik yang pro atau yang kon, agar seperti cermin, makin banyak cermin yang mengitari kita makin bisa melihat sisi lain dari pendapat kita yang selama ini mungkin kita tidak mengetahui kekuatannya, atau sebaliknya kita belum lihat kelemahannya. (Rafdian, 25 Oktober, http://www.infokom.net/~rafdian ).

Nah yang terakhir, marilah kita sama-sama berusaha dengan kemampuan yang ada pada masing-masing untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah, dengan visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Agung Primamorista.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: