SANTRI KIRI

Santri yang diindetik dengan memakai sarung, baju koko dan peci dekil. Santri tidak saja belajar kitab kuning tetapi juga kitab putih. Walau santri berpenampilan kampungan tetapi juga belajar idelogi dunia dan filsafat. Walau tiap hari hanya makan nasi dengan lauk garam kadang puasa karena tidak punya makanan. Mandinya di sungai dengan sabun cuci karena sabun mandi tidak kebeli. Santri ini adalah santri kampung yang tidak mengenal gaya kota. Tapi otaknya tidak kampungan. Kawan santri semua, group ini tempatnya fardhu ‘ain untuk beda pendapat dan sepakat untuk tidak sepakat. TAPI SANTRI KIRI TIDAK ATEIS.

Agama

Agama

Agama

Meskipun pergerakan-pergerakan sosialis dalam zaman dulu itu pertama-tama sekali timbulnya daripada perikeadaan busuk yang ada pada tiap-tiap zaman, tiadalah saja benih pergerakan itu mendapat makannya daripada cita-cita yang menuju barang hikmah (wijsgeerige idealen), tetapi terutama sekali mendapat makannya juga daripada perasaan-perasaan agama yang dalam–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Benih pergerakan-pergerakan sosialis itu tidak saja mendapat makanannya daripada cita-cita yang menuju barang hikmah (wijsgeerige ideal) tetapi terutama sekali mendapat makanannya juga daripada perasaan-perasaan agama yang dalam–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924

Islam

Tiap-tiap macam sosialisme adalah berdasar kepada azas-azas falsafah atau azas-azas agama, sedang sosialisme yang wajib dituntut dan dilakukan oleh umat Islam itu bukannya sosialisme yang lain, melainkan sosialisme yang berdasar kepada azas-azas Islam belaka–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Dua macam sosialisme yang terutama terkenal oleh Ke Islaman, yaitu: 1. Staats-sosialisme, baik bekerja dengan kekuatan satu pusat (gecentraliseerd): maupun bekerja dengan kekuatan gemeente-gemeente (gedecentraliseerd). 2. Industri-sosialisme–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Sejak Nabi kita Muhammad s.a.w. memegang kekuasaan Negeri, maka negeri itu segeralah diaturnya sosialis dan segala tanah dijadikannya kepunyaan Negeri–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Di bawah kekuasaannya wet Muslim tanah itu menjadi kepunyaan negeri, dan oleh karena negeri diaturnya sosialis, maka alat-alat yang terutama untuk mengeluarkan hasil diberikannya menjadi kepunyaan rakyat. Tetapi bukan cabangnya staat sosialisme ini saja yang dilakukan dan dimajukan menjadi peraturan oleh Nabi kita. Pengaturannya negeri sendiri pun dilakukannya secara sosialis dengan sebenar-benarnya juga–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Negeri Muslim sampailah pada batas sosialis yang tertinggi. Rakyat mengetahui bahwa kekuasaan membikin wet tidak di dalam tangannya sesuatu kabinet (majelis minister) atau parlemen, tidak di dalam tangannya satu golongan partai yang mewakili sesuatu golongan keperluan atau sesuatu klas. Segala wet Muslim adalah wet Tuhan, datangnya dari satu pemberi wet, yang berdiri diatas segala apa saja–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Islammelarang (mengharamkan) riba’ (woeker) dan dengan begitu Islam bermusuhan keras kepada kapitalisme–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Agama Islam memerangi Kapitalisme sampai pada ‘benihnya’, membunuh Kapitalisme yaitu daripada ‘benihnya’, oleh karena pertama-tama sekali jang menjadi dasarnya Kapitalisme yaitu ‘memakan keuntungan meerwaarde’ sepanjang pahamnya Karl Marx, dan ‘memakan riba’, sepanjang pahamnya Islam!–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Rasa persaudaraan dan persatuan didalam dunia Islam, yaitu dasar yang sungguh-sungguhnya bagi sosialisme, tiadalah mati bertambah-tambah kuatlah didalam hatinya ummat Islam–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Barang siapa mengetahui bahwa rasa pikiran demokrasi dan sosialisme itu ada berakar kuat didalam Islam, niscayalah hairan benar akan kebutaan orang banyak tentang Islam itu–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924
Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa ‘isme’ lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja–H.O.S. Tjokroaminoto.
Sumber: Islam dan Sosialisme 1924

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: